“Apalagi ibunya sama sekali misalnya Sudirman dulu kayak gimana belum apa-apa dia sudah nangis gimana saya mau menggali masalah Sudirman ke ibunya”
Titin Prialianti
Jakarta, SaksiTitin Prialianti dihadirkan tim pengacara pemohon PK pada persidangan PK enam terpidana kasus Vina Cirebon hari Rabu, 25 September 2024 di PN Cirebon.
“Saudara saksi selain Saka Tatal apakah yang lain itu saudara saksi berhasil menemui dan kapan berhasil menemuinya dan apakah masih saudara saksi masih menjadi kuasa hukum untuk selanjutnya?” Jutek Bongso bertanya kepada Saksi Titin
“kecuali Saka Tatal yang lainnya tidak pernah menemui. Karena memang tidak pernah diizinkan untuk masuk ke Polda Jabar. Tetapi pada saat rekonstruksi ya lima orang itu sudah didampingi oleh kuasa hukum yang berada di Bandung Pak Jodi Nainggolan” kata saksi Titin
Kemudian saksi Titin melanjutkan sambil terisak nangis mengingat peristiwa tersebut, dan mengatakan “Pada saat rekonstruksi barulah (berhenti sejenak) saya dan keluarga semua terpidana melihat anak-anak itu dibawa ke Cirebon”.
“termasuk Sudirman?” tanya Jutek Bongso kembali
“ya termasuk Sudirman” Jawab saksi Titin
Kemudian Jutek memperdalam pertanyaan mengenai Sudirman kepada saksi Titin yang menurut keterangannya yang didapat oleh Tim pengacara pemohon bahwa saksi memiliki kedekatan dengan Sudirman.
Persidangan berhenti sejenak karena saksi Titin terus menangis untuk menjawab pertanyaan menegnai Sudirman terpidana yang sidang PK nya dipisahkan oleh enam terpidana lainnya.
Hakim sempat memberikan waktu dan menawarkan untuk minum agar saksi dapat kembali tenang dan segera melanjutkan keterangannya.
“Saya mengenal keluarga Sudirman bukan hanya dengan Sudirman, juga dengan keluarganya, karena ketika saya pegang kuasa, saya cari tahu bagaimana latar belakangnya. Bagaimana prototype keluarganya?
Bagaimana karakter mereka secara keseluruhan?. Pada saat itu yang saya liat Ibu dan Ayahnya Sudirman mohon maaf bukan orang yang pandai berkomunikasi. Ketika saya datang untuk mencari tahu bagaimana keadaannya, yang ada Cuma mereka nangis karena mereka meyakini Sudirman adalah anak yang baik. Saya juga terinformasi kalo Sudirman, kalo mereka sih bilang ediot. Jadi Sudirman tuh gampang disuruh-suruh orang. Kalo mereka maen bersama teman-temannya, dia lebih sering di bully dan disuruh ngapa-ngapain, misalnya ngambilin minum, beliin jajan, itu Sudirman tipenya seperti itu” cerita saksi Titin
Saksi Titin melanjutkan keterangannya “tetapi saya juga mendapat informasi dari yang lain, dari tetangganya, Sudirman tidak pernah bergaul dengan yang lain jadi dia dirumah kemudian ke musholla selalu shalat berjamaah dan maennya tidak jauh dari dilingkungan rumah, itu yang saya terima dari keluarga Sudirman. Walaupun untuk informasi itupun saya sangat sulit menggali, menggalinya karena memang keluarga Sudirman itu mohon maaf kalau saya bilang muyngkin gennya untuk tingkat kecerdasannya tidak terlalu luar biasa, saya melihatnya seperti itu”.
“jadi mohon maaf kalo dilingkungan sekitar itu Sudirman jadi bahan-bahan olokan karena dia kalo orang Cirebon ngomong anak ediot gitu. Karena Sudirman itu lulus SD ketika dia berumur 17 tahun, jadi gak naek kelasnya sampe 4 kali” kata saksi Titin.
Titin merupakan saksi yang dihadirkan oleh Tim Pengacara PK enam terpidana yang juga merupakan kuasa hukum Sudirman dalam PK Sudirman.
Pewarta: Muhammad AY
Copyright © HMO 2024
