
“Suka ketemu kalo dimasjid, orangnya baik dan dermawan”
Ketua RT (Bohari)
Jakarta, Pada Jumat 27 September 2024 Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus narkoba di Serang Banten. Bisnis narkoba ini sudah dicurigai oleh masyarakat sekitar. Dengan terungkapnya kasus ini membuktikan bahwa isu yang beredar di tengah masyarakat selama ini ialah benar.
Menurut Bohari ketua RT, warga sudah mendengar isu mengenai Benny yang terlibat pengedaraan narkoba sejak lama, namun karena tidak adanya bukti yang akurat kemudian hanya dianggap angin lewat saja. Benny juga dikenal sebagai pebisnis besar oleh warga sekitar maka dari itu tidak ada yang curiga berlebih karena menurut warga sekitar Benny juga memiliki bisnis di kalimantan.
RT Bohari juga mengatakan Benny Setiawan merupakan sosok yang baik dan dermawan, dia juga sering beribadah ke masjid kalo lagi dirumah “Suka ketemu kalo dimasjid, orangnya baik dan dermawan” ungkap ketua RT Bohari.
Benny sebelumnya juga merupakan narapidana kasus narkoba, sehingga dia sudah memahami bagaimana cara pembuatan, pembelian serta pengiriman narkoba itu sendiri dan bisnis narkoba tersebut dikendalikan penuh oleh Benny.
Benny mengaku ia memiliki ketertarikan membuat obat atau pil dengan eksperimen nya sendiri dengan informasi yang ia peroleh dari buku, menurut Benny bisnis narkoba tersebut bisa memberikan keuntungan yang lebih besar untuknya daripada usaha-usaha lainnya seperti pemasok minyak dan air minum kemasan yang sebelumnya ia kerjakan.
“Awalnya air berjalan hanya beberapa ratus galon aja, sementara usaha minyak ga berjalan karna ga punya uang” jelas Benny.
Selain itu Benny tidak sendiri dalam menjalankan bisnis narkoba ia juga melibatkan istri serta anaknya untuk turut membantu mengerjakan bisnis tersebut.
Keuangan bisnis narkoba tersebut di kerjakan oleh istri Benny yang bernama Reni Aria, Ia memiliki peran melakukan transaksi pembayaran pembelian bahan baku berupa PCC dengan jumlah transaksi hingga 600 juta.
Sementara itu peran sang anak dalam bisnis tersebut ialah sebagai kurir pengantar hasil produksi narkoba, Ia diupah sebesar 450 juta dari dua kali pengantaran yang dia lakukan.
Hasil yang Benny peroleh selama menggeluti bisnis narkoba tersebut Benny memiliki aset mencapai Rp.10 milyar, yakni dua rumah, empat mobil ber merk Alphard, Baleno, Serena,dan Mobil boks.
Pewarta: Putri Ainul Q
Copyright © HMO 2024
