Ilustrasi

“…saat istirahat dijemput sama abang kelasnya disuruh ke samping sekolah dan udah ditunggu sama pelaku”

Naufal

Kakak Korban

HMO, Pada Selasa 08 Oktober 2024 terjadi penganiayaan di Madrasah Aliyah As-Syafi’iyah 01, Tebet, Jakarta Selatan. Korban yang berinisial AAP (16) merupakan siswa kelas 10 dan baru beberapa bulan berada di sekolah tersebut.

Korban mendapatkan kekerasan fisik dari kaka kelasnya saat istirahat sekolah, korban kini tengah menjalankan perawatan insentif di Rumah Sakit Budi Asih, Jakarta Timur.

Menurut keterangan Naufal kakak korban, sang adik hanya menegur kakak kelasnya namun kakak kelas tersebut tidak terima ditegur kemudian pada tanggal 8 Oktober 2024 jam 12:00 WIB saat jam istirahat korban di ajak untuk ikut ke samping sekolah dan disana sudah ditunggu oleh pelaku yang berinisial NA.

“Kronologi awal ketika adik saya menegur abang kelasnya ini, sebagai kakak kelas mungkin mereka merasa tersindir dan gak terima, pas tanggal 8 itu adik saya lagi ujian, di sekolah MA As-Syafi’iyah 01 kelas 11 & 12 udah selesai ujian duluan nah adik saya kelas 10, saat istirahat dijemput sama abang kelasnya disuruh ke samping sekolah dan udah ditunggu sama pelaku” jelas Naufal kakak korban.

Pada saat kejadian terdapat beberapa warga yang menyaksikan kejadian tersebut, menurut pengakuan warga korban kena pukul kemudian dibenturkan kepalanya ke tembok lalu korban terjatuh setelah itu pelaku menginjak kepala korban karena terdapat bekas pijakan sepatu di muka sebelah kiri korban.

Kemudian terdapat salah satu pelaku yang mengantarkan korban ke rumah sakit hal ini juga dibenarkan oleh pihak guru dari sekolah tersebut.

“Murid yang bawa ke rumah sakit ada satu orang yang mengaku sebagai pelaku dan itu dibenarkan oleh guru sekolah tersebut,” ujar ayah korban.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami pendarahan otak di kepala bagian depan dan belakang, diharuskan menjalani operasi korban 2 kali di operasi dari pukul 8 malam sampai pukul 5 pagi.

Setelah melakukan operasi korban mengalami koma selama 2 hari lalu pada tanggal 10 korban dikabarkan telah siuman, ayah korban menyampaikan anaknya belum mampu berkomunikasi namun sudah dipindahkan ke ruang observasi tidak di ICU lagi.

Kepolisian masih mendalami kasus ini sudah sebanyak lima saksi yang di mintai keterangan dari pihak polisi.

Pewarta: Putri Ainul Q

Copyright © HMO 2024

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *