“terus saya kemaluan dibakarin, kemaluan dibakarin juga, suruh squad jump 100 kali, kalau nggak kuat dipukulin (menangis…)”
Sudirman
Pemohon PK Kasus Vina Cirebon

Jakarta, Sudirman Pemohon Peninjauan Kembali (PK) Kasus Vina Cirebon memberikan keterangan di hadapan Hakim PN Cirebon pada Selasa 2 Oktober 2024.

Disertai isak tangis, Sudirman menceritakan dirinya dan 7 terpidana lainnya disiksa dan dipukuli hingga babak belur oleh polisi di Polresta Cirebon pada saat dirinya ditangkap pada tanggal 31 Agustus 2024 atas peristiwa meninggalnya Vina dan Eki di Flyover Talun Cirebon.

Eki adalah putera kandung dari Rudiana yang pada saat menangkap 8 terpidana di depan SMPN 11 Cirebon masih berpangkat Aeptu dan menjabat sebagai Kanit Narkoba di Polresta Cirebon.

Sudirman menceritakan peristiwa 8 tahun lalu penyiksan yang dialami oleh dirinya yang dilakukan oleh Polisi di Polresta Cirebon. Sambil menangis Sudirman memberikan kesaksiannya; “trus pas sudah dianiaya kayak gitu kasih makan kayak kasih makan ayam disebarin gitu pak, kalo gak makan dipukulin juga (menangis agak lama). Pas itu saya ke ruangan penyidik suruh bikin BAP, saya tuh nggak mau Cuma saya dipukulin dihajar terus sama polisi. Nah pas itu saya suruh tandatangan (menangis..). nah pas itu saya melihat saudara Eko ditendangin dipukulin hidungnya ditendang sampe berdarah suruh ngakuin dan pas lihat dipapan itu nama-nama temen saya, saya juga kaget pas pertama nah itu ada nama temen saya sebagai peran ini ini, saya gak tahu tuh lupa perannya“.

Tim penasehat hukum pemohon PK Jutek Bongso menanyakan perihal nama DPO yang tidak dikenal oleh Sudirman yaitu Dani, Pegi dan Andi yang diminta oleh pihak penyidik untuk terus disebut oleh Sudirman seolah-olah Sudirman mengenal 3 DPO tersebut.

“waktu minta disebut nama-nama itu kalau nggak disebutin apa yang terjadi pada Sudirman?”. Tanya Jutek Bongso

Sudirman menjawab “ya dipukul terus pak”

Jutek bertanya lagi “kamu waktu dipukul ada meninggalkan luka bekas?”. Kemudian Jutek meminta Sudirman untuk menceritakan hal tersebut dan meminta Sudirman menunjukan bekas lukanya.

Selanjutnya Sudirman menceritakan perihal luka tersebut dan menunjukan ke Majelis Hakim

ini ditendang (Sudirman memegang kepala), ini disundut rokok (Sudirman memegang tengkuk leher bagian belakang), ini di tembak (Sudirman menunjuk pinggang belakang kiri bawah), tangan diinjek” terang Sudirman

Kemudian Sudirman menceritakan bagaimana dirinya ditembak peluru karet oleh polisi di Polresta Cirebon “pistolnya nempel, rasanya panas, saya teriak, sakit sampai sekarang, ledaknnya bunyi “cetak”, habis ditembak langsung tiduran pak, langsung jatuh terus suruh bangun lagi untuk ngakuin pak, saya teriak “Allahuakbar”.”

Pewarta: Muhammad AY
Copyright © HMO 2024

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *